Meletakkan film Indonesia
pada porsinya, sebagai media informasi ataupun hiburan adalah salah satu cara
‘menonton’ film. Perkembangan film Indonesia sejak kebangkitannya menuai
berbagai macam konsekuensi, baik konsekuensi kualitas maupun kuantitas,
ditambah lagi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin memudahkan
insan film untuk berkarya. Kuantitas film Indonesia yang makin banyak ini
tentunya mengakomodir kepentingan para pembuatnya baik produser, investor,
maupun pemegang kendali proses berkarya,sutradara.
Dari pemaparan diatas
tentunya penonton harus mampu meletakkan karya-karya film tersebut sebagai
sebuah produk yang sarat makna, entah makna substansial maupun makna yang
ringan-ringan saja. Tak perlu menggerutu dengan hadirnya film chiki-chiki atau
pocong-pocong yang beredar di bioskop. Penonton bisa memilih kok film mana yang
akan ditonton.
Film Popcorn : Film ini
biasanya ringan-ringan saja, bisa kita tinggal untuk makan popcorn yang large
size sekalipun sambil mengamati butiran popcorn yang kita makan. Kehilangan
beberapa shotpun nggak masalah, kita tetap akan tahu bagaimana akhir ceritanya.
Film Kopi : Sejenak
meninggalkan filmnya dan menenggak sedikit kopi, dan kita masih secara utuh
paham alur ceritanya. Kopi tak usah sering-sering diminum kan?
Film Hening : Butuh
konsentrasi tinggi untuk menonton film jenis ini. Ketenangan sangat dituntut
disini. Kejernihan nalar yang dipersiapkan sebelumnya. Sayang, film seperti ini
jarang sekali :)
Pengin nonton film yang
mana? terserah. Semua berpulang kepada kepentingan pribadi dan motivasi kita
saat menonton.
Salam Film Nusantara
No comments:
Post a Comment